Bahaya Toksoplasma pada Ibu Hamil: Gejala, Penyebab, Diagnosa, dan Pencegahan

Toksoplasmosis adalah kondisi tubuh yang terinfeksi oleh protozoa parasit yang bernama Toksoplasma Gondii. Parasit ini umumnya ditemukan dalam usus hewan terutama kucing dan babi. Anda bisa terkena  toksoplasmosis ini tanpa Anda menyadarinya alias tidak menunjukkan gejala apa-apa. Akibat dari infeksi ini bisa memicu terbentuknya kista pada otak, otot, dan jantung. Namun apabila sistem kekebalan tubuh Anda sedang prima atau dengan kata lain Anda sehat, maka parasit ini tak akan berpengaruh sama sekali karena akan dengan mudah dilumpuhkan oleh antibodi Anda.

Iklan

Bahasanya toksoplasma yang sangat dikhawatirkan terutama jika menginfeksi janin dalam kandungan, dimana yang bisa tertular dari ibunya yang tidak terbebas dari parasit ini. Dengan demikian, toksoplasmosis ini paling dikhawatirkan pada perempuan yang akan hamil atau sedang hamil. Karena info ini penting, sebaiknya dibaca sampai tuntas artikel ini!!

Berikut tentang Bahaya Toksoplasmosis, Penyebab, Gejala, Diagnosa, dan Pengobatan:

Bahayanya Toksoplasma Pada Ibu hamil

Penyebab Toksoplasmosis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kondisi ini disebabkan oleh protozoa yang menjadi parasit dalam tubuh hewan terutama kucing dan babi yang dapat menular ke tubuh manusia ketika tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup baik. Protozoa toksoplasma memiliki 2 siklus dalam kehidupannnya. Siklus pertama ia hidup dalam usus hewan seperti kucing, dan siklus kedua yaitu berpindah dengan cara menginfeksi hewan maupun manusia.

Cara Penularan Toksoplasmosis

Seseorang bisa kontak dengan parasit ini dan terinfeksi ketika :

  • Membersihkan kandang kucing kucing
  • Kontak dengan kotoran kucing atau bahkan anjing dan babi
  • Minum air yang didalamnya terdapat parasit ini
  • Makan daging yang kurang masak
  • Peralatan masak yang tidak bersih, bisa seperti pisau yang dipakai mengiris daging mentah yang tertular
  • Tranfusi dari orang yang terinfeksi

Orang yang berisiko tinggi tertular oleh parasit ini adalah orang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah sebagai contoh penderita HIV, atau orang yang sedang pengobatan beberapa jenis kanker.

Namun bahayanya atau yang sangat dikhawatirkan adalah parasit ini bisa menginfeksi janin dalam kandungan,  dimana yang tentunya masih belum memiliki sistem kekebalan tubuh seperti orang dewasa. Jadi hal ini perlu untuk diwaspadai bagi perempuan yang akan hamil atau sedang hamil. Ibu bisa menularkan toksoplasma kepada bayinya jika terinfeksi beberapa waktu sebelum hamil atau terinfeksi ketika hamil. Lalu apa akibatnya jika menginfeksi bayi dalam kandungan?.. Maka bayi akan terkena gangguan mata dan otak. Untuk mencegah, dokter menyarankan untuk menunda kehamilan sampai 6 bulan atau ketika sudah benar-benar terbebas dari toksoplasmosis.(pembahasan akan dilanjutkan dibawah).

Baca juga : Kebiasaan makan yang boleh dan tidak selama kehamilan

Gejala Toksoplasmosis

Sayangnya toksoplasmosis kebanyakan tidak menunjukkan gejala. Gejala yang hadir umumnya sama dengan gejala-gejala flu biasa seperti demam ringan, kelelahan, atau sakit kepala. Tapi jika kekebalan tubuh sedang buruk maka gejala mungkin bisa agak berat seperti kebingungan bahkan kejang dan sesak nafas.

Cara Diagnosa Toksoplasmosis

Terutama perempuan yang berencana hamil, biasanya disarankan untuk test toksoplasmosis terutama yang berisiko tinggi misalnya sering kontak dengan hewan atau membersihkan kotorna hewan seperti babi, anjing, dan kucing. Hal ini mengingat risiko tinggi yang akan dihadapi sang jabang bayi nantinya.

Ada tes yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosa toksoplasmosis pada pasiennya, yaitu antara lain test antibodi. Ig M dan Ig G toksoplasma. Hasil tes positif IgG dan negatif IgM akan menunjukkan adanya proses infeksi yang terjadi. Akan tetapi jika Ibu sudah hamil, maka test yang bisa dipilih adalah amniosintesis yaitu test yang dilakukan dengan cara memeriksa cairan ketuban untuk melihat adanya parasit toksoplasma gondii. Namun hal ini hanya bisa dilakukan apabila usia kehamilan kurang dari 4 minggu atau kurang dari 14 minggu, atau kurang dari 4 minggu semenjak dinyatakan positif tertular toksoplasma.

Baca juga : Pentingnya Manfaat asam Folat bagi Kehamilan

Pengobatan Toksoplasmosis

Pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter ada 2 berdasarkan kondisi dari perempuan pada saat itu. Jika perempuan sudah diketahui hamil maka pemilihan obat berdasarkan temuan apakah janin sudah terinfeksi atau belum. Jika janin tidak terinfeksi maka akan diberi obat yang bermanfaat untuk mencegah penularan dari ibu kejanin melalui plasenta seperti obat spiramycin.

Tapi apabila janin sudah terinfeksi maka diperlukan obat jenis lain, yang ada 2 pilihan yaitu  pyrimethamine dan sulfadiazine. Namun obat ini tidak boleh diberikan ketika usia kandungan pada 3 bulan pertama karena bisa mer*cuni janin.

Pencegahan Terinfeksi Toksoplasma

Mencegah tentu cara yang paling baik daripada mengobati. Mengingat bahayanya toksoplasma ini pada ibu hamil, dan pengobatannyapun yang tidak begitu mudah maka supaya kehamilan sehat dan aman baik bagi ibu hamil dan bayi dan terbebas dari bahaya toksoplasma, maka penting bagi ibu untuk melakukan langkah pencegahan sebagai berikut :

  • Rajin memeriksakan diri ke dokter khususnya skrining untuk memastikan tak terinfeksi toksoplasmosis selama hamil. Kalau perlu dimulai sejak beberapa waktu sebelum hamil.
  • Jagalah selalu kebersihan diri dan lingkungan, seperti memotong kuku, cuci tangan sebelum menyentuh makanan. Menggunakan sarung tangan ketika bersih-bersih atau kegiatan yang mengharuskan kontak dengan tempat yang berpotensi terkena kotoran kucing atau hewan lain seperti tanah dan pasir.Kalau perlu hindari kontak langsung dengan hewan piaraan, atau mengurangi paparan hewan terhadap lingkungan dalam ruangan. Hati-hati dalam memperlakukan kotoran hewan piaraan, kalau anda seorang ibu yang akan hamil sebaiknya menyerahkan tugas ini kepada suami atau ART.
  • Memasak makanan hingga masak betul sekurangnya tellah menggunakan panas yang lebih dari 80 derajat. Hal ini untuk memastikan bahwa bakteri toksoplama gondii sudah tidak ada karena akan mati pada suhu tinggi maupun dingin dibawah minus 20 derajat.
  • Jangan meminum susu mentah
  • Pisau atau piring atau semua peralatan dapur dengan baik terutama ketika habis digunakan untuk menangani daging mentah.
  • Hati-hati makan sayuran mentah misalnya lalapan. Atau juga buah-buahan yang biasanya dikonsumsi segar; jadi cuci bersih semuanya.
  • Air minum yang Ibu  konsumsi harus dipastikan bersih atau sudah dimasak hingga mendidih agar terbebas dari toksdoplasma ini.
  • Waspadai daging dimasak dengan asap seperti sate, daging yang dikeringkan, daging yang haya didinginkan, atau daging yang dimasak dengan microwave. Karena cara-cara tersebut tidak menjamin bisa mematikan toksoplasma  gondii penyebab toksoplasmosis.

Demikian kita sudah mengenal apa itu toksoplasma, toksoplasmosis serta bahaya dari toksoplasmosis pada ibu mengandung, gejala,  pengobatan, dan pencegahannnya.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *