Penyebab Sakit Kepala, Jenis dan Pengobatannya

Semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala, bahkan bisa dibilang seringkali. Sakit kepala yang ringan biasanya akan segera sembuh dengan pengobatan dirumah seperti minum obat aspirin, minum kopi, minum jahe hangat dan beristirahat. Tapi jika sakit kepala terasa berat dan seperti tidak biasanya, orang mungkin bisa khawatir dengan gejala stroke, tumor, atau sumbatan di pembuluh darah otak. Tapi tak perlu khawatir, sakit kepala terkait kondisi seperti itu jarang. Tapi sebaiknya Anda harus mengetahui kapan ketika sakit kepala tersebut membutuhkan pengobatan medis segera dan bagaimana cara mengendalikan sebagian besar sakit kepala yang tidak membahayakan bagi kesehatan Anda.

Advertisement

Bahkan dokter tidak banyak memahami apa sesungguhnya penyebab yang paling menyebabkan sakit kepala. Pembuluh darah disekitar kepala dan leher sangat banyak dan bisa memberikan sinyal rasa sakit, demikian juga jaringan lain yang mengelilingi otak serta saraf-saraf utama yang ada di otak. Kulit kepala, sinus, gigi, otot dan hingga persendian di leher juga bisa menyebabkan rasa sakit kepala.

Baca juga : 5 Cara Cepat Hamil Yang Benar dan Mendapatkan Bayi Yang Sehat

Penyebab serta Jenis-jenis Sakit Kepala dan Pengobatannya :

Peyebab sakit kepala

Ada lebih dari 300 jenis sakit kepala, namun cuma sekitar 10%nya saja yang telah diketahui penyebabnya, dan sakit kepala lainnya disebut dengan sakit kepala primer. Anda bisa mengobati sendiri banyak jenis dari sakit kepala, dan dokter bisa memberikan obat untuk mengendalikan sebagian besar dari sakit kepala yang berat. Namun Anda perlu khawatir dan segera mendapatkan diagnosa medis ketika sakit kepala disertai dengan :

  • Sakit kepala yang mulai berkembang setelah usia 50 tahun keatas.
  • Sakit kepala yang tidak mereda malah semakin tambah parah
  • Sakit kepala yang terjadi pada penderita kanker atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Sakit kepala semakin terasa sakit jika dibuat bergerak atau batuk.
  • Sakit kepala yang dirasakan paling berat sepanjang hidup.
  • Sakit kepala disertai demam, rasa kaku dileher, kecemasan, kewaspadaan menurun, memori menurun, gangguan penglihatan, bicara cadel, kelemahan, mati rasa atau kejang.
  • Sakit kepala disertai dengan mata yang memerah dan sakit.
  • Sakit kepala yang datang tiba-tiba, terutama saat dibangunkan
  • Pola sakit kepala mengalami perubahan yang banyak.
  • Disertai dengan perubahan kepribadian atau fungsi mental
  • Sakit kepala akibat benturan di kepala.

Sakit kepala karena Ketegangan(Tension headache)

Sakit kepala ini dialami oleh 3 dari 4 orang dewasa, artinya ini jenis sakit kepala yang paling umum.

Pada kebanyakan kasus level rasa sakit kepala ini hanya ringan sampai sedang, jarang terjadi sampai parah. Tetapi beberapa orang mengalami sakit kepala parah akibat ketegangan, bisa terjadi setelah beberapa terganggu dan ada juga yang tiga atau empat kali seminggu.

Ciri sakit kepala akibat ketegangan umumnya menghasilkan rasa pusing, dan nyeri di sisi kepala kiri dan kanan. Orang yang mengalami sakit kepala jenis ini di level yang kuat mungkin akan merasakan kepala seperti dihimpit, bahkan bahu dan leher juga bisa ikut sakit.

Beberapa penyebab sakit kepala ini adalah karena kelelahan, stres emosional, atau masalah yang terjadi pada otot-otot,  sendi leher, atau rahang. Biasanya sakit akan hilang setelah 20 menit atau 2 jam.

Pengobatan biasanya bisa dilakukan sendiri apabila terjadi hanya sesekali, obat seperti aspirin bisa didapatykan dengan mudah di toko obat. Tapi jangan pernah macam-macam dengan obat, selalu ikuti petunjuk pemakaian dan jangan pernah mengambil dosis yang lebih besar.

Mandi air hangat dan beristirahat tidur siang biasanya bisa meredakan sakit kepala akibat ketegangan.

Jika Anda merasa sering mendapat sakit kepala tipe ini, cobalah untuk mengenali apa pemicunya sehingga Anda bisa menghindarinya. Biasanya kelelahan akibat kurang  istirahat, lupa makan, banyak fikiran, dsb. Teknik relaksasi seperti yoga bisa sangat bermanfaat karena bisa membuat santai baik pikiran dan otot sekitar leher.

Migrain

Migrain adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami orang-orang, yang biasanya rasa sakitnya lebih parah dari tipe ketegangan. Kasus migren 2 sampai 3 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Namun Studi Harvard menunjukkan bahwa  sebanyak 42% pria yang memliki migrain memiliki peningkatan risiko serangan jantung.

Neurolog meyakini bahwa migrain disebabkan oleh perubahan aliran darah dan aktivitas saraf di sel otak. Penyebab penting dari migrain adalah faktor Genetika, yaitu sekitar 70% penderita migrain ternyata memiliki paling tidak 1 keluarga dekat dengan masalah yang sama

Meskipun migrain bisa muncul  tanpa peringatan, tapi seringkali berawal dari beberapa pemicu. Hal-hal yang memicu migrain bervariasi tiap orang, tetapi penderita migrain biasanya sensitif terhadap pemicu yang sama. Berikut pemicu migrain yang yang paling umum:

  • Perubahan cuaca tiba-tiba
  • Kurang tidur atau tidur yang berlebihan
  • Kelelahan
  • Stres emosional
  • Sensorik, seperti lampu yang terang atau berkedip-kedip, suara yang keras, atau bau yang sangat kuat.
  • Tidak makan pada waktunya
  • Asupan alk*hol
  • Cokelat
  • Peningkatan atau penurunan asupan  kafein
  • MSG atau micin

Gejala Migrain seringkali dimulai di malam hari atau saat sedang tidur. Pada beberapa orang, serangan migrain didahului kelelahan, depresi, kelesuan, gampang marah dan gelisah beberapa jam sebelumnya. Karena gejala migrain bervariasi, sebagian penderita migrain berpikir bahwa dirinya memiliki sinus atau ketegangan bukan migrain.

Pada beberapa orang, juga bisa memiliki satu atau beberapa gejala-gejala neurologis seperti keluhan penglihatan. Hal ini mungkin termasuk cahaya berkilau atau lampu yang berkedip, hingga penurunan penglihatan sementara. Gejala neurologis ini juga dapat berupa mati rasa atau kesemutan pada salah satu sisi tubuh  terutama wajah atau tangan.

Gejala khas migrain adalah rasa saki kepala sebelah, sering dimulai dari sekitar mata lalu menyebar ke kepala bagian belakang. Rasa sakit dari migrain seringkali parah dan digambarkan seperti  berdenyut denyut. Rasa mual, mata berair, hidung meler, atau tersumbat termasuk gejala umum.

Tanpa pengobatan yang efektif, serangan migrain biasanya bisa berlangsung selama 4 – 24 jam. Bila Anda menderita migrain, 4 jam adalah terlalu lama sehingga pengobatan sedini mungkin sangat penting.

Pengobatan migrain pada tahap sangat awal mungkin bisa diatasi dengan obat penghilang rasa sakit seperti termasuk aspirin, ibuprofen,  naproxen,  atau kombinasi obat penghilang nyeri.

Setiap obat bisa menghasilkjan efek samping, jadi sebaiknya meminta resep atau metode pengobatan yang paling sesuai dengan anda kepada dokter.

Sakit kepala cluster(Cluster Headache)

Sakit kepala tipe ini jarang terjadi, dan merupakan tipe yang sangat parah. Sakit kepala cluster lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Meskipun setiap orang bisa terkena sakit kepala cluster, namun kebanyakan adalah pria berumur setengah baya yang pernah mer*kok.

Sesuai dengan namanya, sakit kepala ini cenderung datang berkelompok, yaitu  1 – 8 kali sehari selama jangka 1 hingga 3  bulan setiap 1 atau 2 tahun, seringkali pada waktu yang sama dalam 1 tahun. Rasa sakit dari tipe sakit kepala cluster selalu menyerang salah satu sisi kepala dan sakitnya sangat parah. Rasa sakitnya bahkan menyebabkan mata merah dan berair, kelopak mata turun, dan hidung tersumbat.

Serangan bisa datang tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama 30 sampai 60 menit. Kebanyakan penderita mengalami kegelisahan selama serangan seperti  tidak bisa duduk diam, cenderung mondar-mandir, atau memukul-mukul kepala sedniri. Rasa mual, sensitif terhadap cahaya atau suara bisa menyertai rasa sakit.

Para ahli kesehatan masih tidak yakin apa yang menjadi penyebab sakit kepala cluster, namun dokter tahu beberapa cara pengobatan yang efektif . Dokter mungkin merekomendasikan terapi oksigen, dan beberapa obat yang membantu mengatasi rasa sakit.

Tipe sakit kepala lainnya

Sakit kepala obat: Obat tentu dapat memiliki efek samping, bahkan obat sakit kepala sendiri bisa menyebabkan sakit kepala. Cara untuk mengetahuinya adalah dengan menghentikan obat, tapi ini harus berkonsultasi dulu dengan dokter.

Sakit kepala sinus: Sinusitis akut bisa menyebabkan nyeri di dahi, biasanya terjadi di sekitar hidung dan mata, di atas pipi, atau di atas gigi atas. Membungkukkan badan ke depan bisa meningkatkan rasa sakit kepala. Demam dan hidung terseumbat bisa menjadi tanda sinus. Ketika infeksi susah disembuhkan, rasa sakit kepala juga akan menghilang. Sinusitis bukanlah penyebab umum dari sakit kepala kronis atau sakit kepala berulang.

Tekanan darah tinggi: Hipertensi tidak menimbulkan sakit kepala, kecuali jika tensinya sudah sangat tinggi. Sakit kepala hipertensi biasanya terjadi di kedua samping kepala dan akan semakin memburuk jika melakukan aktivitas apapun. Rasa sakit kepala seringkali seperti berdenyut. Gejala lain mungkin penglihatan, mati rasa atau kesemutan, mimisan, nyeri dada, atau sesak napas.

Kebanyakan orang dengan tekanan darah umumnya tinggi tidak memiliki gejala sakit kepala atau gejala apapun sama sekali. Tapi itu bukanlah alasan untuk mengabaikan tekanan darah Anda. Hipertensi bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan penyakit ginjal, sehingga semua orang harus selalu memeriksa tekanan darah dan kemudian mengambil langkah-langkah untuk pengobatan.

Sakit kepala karena latihan: Olahraga atau aktifitas fisik berat secara tiba-tiba dapat menyebabkan sakit kepala. Melakukan pemanasan sebelum olahraga dapat membantu pencegahan.

Kebanyakan Kopi atau kafein : Kafein bisa mempengaruhi aliran darah ke otak, sehingga terlalu banyak meminumnya dapat menyebabkan sakit kepala. Orang yang memiliki  migrain berisiko terpicu sakit kepalanya karena  kafein .

Tapi ketika Anda sudah terbiasa memapar otak Anda dengan kafein setiap hari, Anda bisa kebalikannya yaitu mengalami sakit kepala karena tidak mendapatkan kafein. Hal ini mungkin disebabkan karena kafein mengubah kimia otak, dan penghentian asupan dapat memicu sakit kepala.

Namun tidak semua orang yang menghentikan kafein kafein akan mengalami sakit kepala. Menjaga asupan kafein secara stabil dan dalam jumlah yang wajar – atau berhenti bisa mencegah tipe sakit kepala ini terjadi.

Advertisement

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *