Penyakit Akibat Duduk Lama Setiap Hari Dan Kurang Bergerak

Banyak ahli meyakini bahwa kurangnya aktifitas fisik terutama yang melibatkan hanya duduk-duduk lama terkait dengan beberapa penyakit kronis berbahaya, yaitu kanker, diabetes, jantung koroner dan kematian dini!. Informasi ini mungkin sangat penting bagi orang yang peduli pada kesehatannya, atau orang memiliki motivasi tinggi untuk bisa hidup lebih lama dan tetap sehat walafiat hingga tua sehingga bisa momong cucu dengan penuh kebahagiaan.

Iklan

Sebagian pekerjaan mengharuskan orang untuk duduk berlama-lama dan tak membutuhkan waktu untuk bergerak kemanapun. Sebagai contoh pekerjaan paling umum untuk kasus duduk lama adalah pekerjaan yang menggunakan komputer. Maka waspadalah, risiko ini benar-benar nyata dan sudah merupakan temuan-temuan dari banyak penelitian terkait dampak buruk kesehatan duduk menetap sehari-hari. Namun Kabar baiknya Anda bisa menghindari kok risiko berbahaya ini; bacalah artikel ini sampai habis agar Anda mengetahui apa yang harus Anda lakukan supaya terhindar dari risiko ini!

Penyakit akibat duduk lama setiap hari

Berbagai Penyakit Terkait Akibat Duduk Lama Dan Cara Menurunkan Risikonya

Gangguan Pencernaan

Duduk adalah aktifitas yang akan menekan organ pencernaan sehingga memperlambat sistem pencernaan daripada saat beraktifitas secara beragam. Sistem pencernaan yang lebih lambat inilah yang akan membuat organ pencernaan kita tidak bisa bekerja dengan normal. Gejala yang bisa timbul diantaranya sulit BAB, BAB tak teratur, dan perut kembung. Hal ini bisa terjadi karena sistem pencernaan kita tidak berfungsi secara efektif sehingga mikroba di dalam usus tidak bisa bekerja secara optimal juga.

Menurunkan Fungsi Otak

Duduk terlalu lama sehari-hari juga akan mengurangi fungsi dari otak kita. Kenapa ini bisa terjadi? Ini karena otak kita tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup melalui aliran darah. Otak kita membutuhkan asupan oksigen yang cukup untuk dapat melepaskan beberapa zat kimia. Karena alasan ini, duduk terlalu lama lama-kelamaan akan membuat fungsi otak kita menurun dengan cepat.

Gangguan Postur Tubuh

Duduk terlalu lama merupakan satu penyebab dari banyak penyakit yang berkaitan dengan postur tubuh. Gangguan ini tak serta merta muncul tiba-tiba, tetapi karena kita telah bertahun-tahun selalu pada posisi yang sama terus-menerus. Beberapa contoh dari gangguan ini adalah rasa sakit yang berlebihan pada leher, bahu, dan punggung. Hal ini terutama jika posisi duduk Anda salah, misalnya membungkuk, menunduk, miring, dsb.

Organ dalam dapat melorot keluar dari posisi yang sebenarnya dalam tubuh. Akibatnya Anda akan mengembangkan rasa sakit, nyeri, dan kekakuan.

Obesitas

Kegemukan adalah efek nyata dari kurang bergerak termasuk duduk lama berjam-jam setiap hari. Bagaimana ini bisa terjadi? rumusnya sederhana, karena tubuh kita tidak melepaskan energi karena otot-otot tubuh tidak bekerja secara efektif. Sehingga asupan kalori atau energi dari makanan tidak dibakar melainkan akan disimpan tubuh sebagai lemak diperut dan bagian tubuh lain juga. Anda selanjutnya akan memiliki perut yang gendut dan bobot yang lebih besar dari tinggi badan Anda alias kegemukan. Apalagi ditambah dengan gaya hidup yang buruk, seperti makan kalori tinggi namun tanpa olah raga maka proses penggemukan ini akan semakin cepat.

Mati Rasa atau Kebas

Duduk menetap dalam jangka yang lama tanpa diselingi bergerak sedikitpun bisa menyebabkan masalah syaraf seperti kebas, mati rasa, atau sering kesemutan. Hal ini karena bisa melukai sistem saraf, dan jika berlarut-larut dilakukan itu bisa membawa masalah tersebut menjadi kronis.

Kanker Pada Wanita

Khusus bagi para wanita sebagai pemegang risiko tertinggi kanker dari dampak terkait duduk lama. Menurut para peneliti dari American Cancer Society, wanita yang menghabiskan 6 jam atau lebih perhari memiliki risiko 10% lebih besar terkena kanker daripada wanita yang menghabiskan kurang dari 3 jam waktu luang duduk per hari. Risiko kanker iini adalah jenis kanker pay*dara, kanker leher rahim, dan kanker multiple myeloma. Risiko terkena kanker ini bisa terjadi mungkin karena ketidak aktifan seperti duduk lama akan mengurangi kemampuan antioksidan di dalam tubuh, rendahnya kemampuan tubuh produksi insulin, dan masih banyak lagi.

Meningkatkan Risiko Terkena Diabetes Type 2

Setelah makan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah bergerak. Jadi idealnya bagi orang selesai makan adalah beraktifitas fisik, bukannya lalu diam terutama dengan duduk.  Sebuah studi dari Universitas Leicester menemukan bahwa subyek penelitian mengalami peningkatan glukosa darah secara signifikan setelah makan dan duduk yang lama.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa duduk diam memiliki efek yang sangat berbahaya pada gula dan metabolisme lemak, yang kedua efek ini tidak hanya mempengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tapi juga penyakit jantung.

Kinerja pankreas akan menurun saat Anda duduk selama beberapa waktu, sehingga menghasilkan lebih sedikit insulin.  Jumlah insulin yang tidak mencukupi akan meningkatkan jumlah gula di dalam tubuh Anda. Jika kondisi ini berlarut-larut, maka risiko terkena diabetes juga meningkat.

Diatas adalah alasan-alasan mengapa duduk lama bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2

Risiko diabetes ini akan semakin meningkat pada orang yang berisiko tinggi diabetes karena garis keturunan dan berperilaku diet buruk terutama konsumi kalori yang tinggi.

Baca juga : Obat dan Makanan Yang Bahaya Jika Di Konsumsi Bersamaan

Penyakit Ginjal Kronis

Penelitian baru menemukan bahwa duduk dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis terutama pada wanita. Dalam penelitian ini dilaporkan bahwa wanita yang duduk kurang dari 3 jam sehari 30% lebih kecil risiko mengembangkan penyakit ginjal kronis jika dibandingkan mereka yang menghabiskan lebih dari 8 waktu duduk dalam sehari.

Pria pun memiliki risiko yang sama, namun akan lebih rendah jika mau berolahraga sebanyak 30 menit sehari. Sementara itu bagi wanita meskipun olahraga sebanyak itu tak signifikan menurunkan risiko ini.

Masalah Jantung

Menurut penelitian terbaru yang di terbitkan jurnal American Heart Association, para penulis menyimpulkan bahwa diam tak bergerak dalam jangka lama dan berkepanjangan dapat berakibat buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda terlepas dari seberapa banyak aktivitas fisik yang sudah Anda dapatkan. Meskipun Anda berolahraga, namun jika duduk berlama-lama setiap hari Anda tetap berisiko masalah jantung. Dalam hal ini disebutkan 8 jam sehari hanya diam tanpa diselingi bergerak sama sekali.

JIka aktifitas duduk anda berlarut-larut tanpa bergerak atau olahraga, yang diperparah dengan diet yang tak sehat tinggi lemak, maka jumlah kolesterol Anda akan melonjak. Duduk terlalu lama juga membuat fungsi metabolisme terganggu, yang menyebabkan peningkatan jumlah trigliserida dan mengurangi sensitivitas insulin pada saat yang bersamaan. Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner..

Kematian Dini

Akhirnya beberapa risiko duduk terlalu lama diatas pada akhirnya mempercepat usia Anda yaitu akibat serangan jantung, gagal ginjal, diabetes, dan sebab lain yang terkait.

Menurut laporan yan diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, semua kegiatan yang dilakukan dengan duduk berisiko lebih tinggi untuk meninggal dunia diusia yang lebih muda. Bahkan menurut salah seorang peneliti, risiko ini juga berlaku walaupun mereka sudah berolahraga hingga 1 jam dalam sehari.

Temuan ini dikumpulkan dari 47 hasil penelitian yang meneliti efek kesehatan dari perilaku menetap atau diam. Risiko kematian dini ini terkait dengan semua penyebab, bahkan bagi yang sudah berolahraga secara teratur. Efek negatif ini lebih terlihat pada orang yang hanya sedikit melakukan olahraga atau tidak sama-sekali.

Tips Agar Terhindar Dari Semua Risiko Terkait Duduk Lama

  • Minum air cukup, bisa menurunkan berbagai risiko duduk lama termasuk batu ginjal dan penyakit ginjal kronis. Baca info tentang minum air => Jumlah air putih yang harus kita Minum setiap Hari
  • Diet sehat yang meliputi protein, energi, vitamin,  dan mineral. Memasukkan beragam jenis buah dan sayuran yang merupakan sumber utama zat antioksidan, penangkal berbagai penyakit.
  • Dianjurkan bagi Anda yang sehari-harinya duduk dalam bekerja, untuk bergerak paling lama 30 menit sekali. Orang yang tidak bergerak sama sekali selama 30 menit atau lebih memiliki risiko kematian yang paling jika total waktu duduknya melebihi 12,5 jam per hari. Anda bisa berdiri dan berjalan sejenak setiap 30 menit sekali untuk melakukan peregangan selama 2 menit untuk menurunkan risiko ini. Pergerakan sedikit ini membuat darah darah Anda mengalir sehingga semua sel-sel mendapatkan kembali glukosa ke sel-sel yang mebutuhkannya. Sebuah studi di jurnal Diabetes Care  2012, berjalan singkat menurunkan kadar gula darah dan kadar insulin pada orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas. Study lain menunjukkan bahwa aktivitas singkat meningkatkan fungsi pembuluh darah.
  • Berolahraga secara rutin masih akan lebih baik, karena jika anda tak berolahraga sama sekali akan membuat berbagai risiko kesehatan akan semakin lebih tinggi lagi. Disarankan olahraga setidaknya 30 menit perhari bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu untuk duduk sehari-harinya.
  • Perhatikan cara duduk yang benar. Ketinggian kursi dan meja sangat penting supaya Anda mendapatkan posisi duduk yang sehat sehingga terhindar dari risiko gangguan postur tubuh. Posisi kaki harus rata, lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul, dan posisi bahu nyaman. Punggung bawah dan punggung atas harus mendapat dukungan, gunakan kursi yang memiliki sandaran tinggi sampai kepala. Jika Anda sedang bekerja, hindari kursi yang terlalu jauh dari meja sehingga Anda harus mencondongkan tubuh ke depan.
Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *