Buah-buahan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi

Berbicara mengenai karbohidrat, biasanya fikiran kita langsung tertuju pada nasi, roti, umbi-umbian, atau jagung. Nilai karbohidrat tinggi pada makanan, artinya itu akan memberikan banyak energi bagi tubuh kita jika kita konsumsi. Untuk diet yang seimbang, tubuh manusia juga perlu memperoleh karbohidrat dari sumber yang sehat dengan jumlah yang tepat dalam asupan sehari-hari. Namun bagi penderita diabetes, asupan karbohidrat untuk mereka benar-benar harus dimoderasi dengan baik agar tidak mengalami lonjakan gula darah yang bisa berakibat buruk. Sementara itu asupan sehat karbohidrat untuk orang sehat/normal adalah sekitar 55-65gram.

Iklan

Sementara bagi penganut diet untuk menurunkan berat badan biasanya akan membatasi asupan karbohidrat yang dianggap ideal, yaitu antara antara 20-30 gram perhari. Buah mengandung gula alami glukosa dan fruktosa tinggi akan meningkatkan kandungan karbohidratnya; misalnya buah tinggi karbohidrat adalah buah berry dan melon, seporsi sederhana biasanya sudah menyediakan karbohidrat antara 50 sampai 150 gram.

nangka - buah yang tinggi karbohidrat

Baca juga : Diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan?

Sebagian besar pelaku diet rendah karbohidrat akan menghindari buah-buahan tertentu yang mengandung zat pati karena banyak mengandung karbohidrat dan gula alami.

Penting  untuk dipahami bahwa ada dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Pada intinya karbohidrat sederhana lebih mudah dipecah dan diserap oleh tubuh sehingga cepat pula meningkatkan kadar gula darah misalnya gula pasir.

Dan yang kedua adalah jenis karbohidrat kompleks, dimana yang akan diserap tubuh setelah melalui proses pemecahan yang lambat sehingga lebih lama bisa meningkatkan gula darah sehingga mudah dikontrol. Contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati; pati mengandung kadar serat yang tinggi sehingga lebih lama diserap dan dibuat energi oleh tubuh sehingga sangat dianjurkan untuk kesehatan.

Ketika berbicara mengenai diet buah-buahan dengan karbohidrat tinggi, orang juga perlu mempertimbangkan kadar gulanya.

Jenis Buah yang Mengandung Karbohidrat Tinggi umumnya Buah Tropis dan Buah Kering

Buah Tropis

Buah tropis terkenal akan rasanya yang sangat manis dan menyenangkan – dalam arti kata lain rasanya enak. Namun sayangnya hal ini justru patut diwaspadai khususnya oleh penderita diabetess karena lebih banyak mengandung karbohidrat dan pasti mengandung gula buah fruktosa tinggi.

Buah tropis tinggi karbohidrat tersebut adalah buah pisang, buah duku,  buah salak, buah mangga, buah nanas, buah sukun, buah rambutan, buah nangka, buah durian, buah jeruk, buah pepaya, buah sirsak, buah sawo, buah semangka, dan buah srikaya.

Buah Durian - Tinggi Karbohidrat

Gula buah memang sifatnya alami atau asli dari alam, namun gula buah jenis fruktosa; tak hanya harus diwaspadai oleh penderita diabetes, tapi juga bagi yang ingin menurunkan berat badan. Hal ini karena gula buah mempercepat kegemukan.

Buah-buahan tropis cenderung tinggi karbohidrat, juga. Misalnya satu cangkir irisan pisang,  mengandung 30 gram bersih karbohidrat; dan secangkir potongan mangga mengandung 22 gram karbo. Lalu buah nanas menawarkan 19 gram karbohidrat per cangkir, dan buah sukun mengandung hampir 60 gram karbohidrat bersih per-cangkir. Jika Anda adalah penikmat buah tropis, buah pepaya mungkin dapat menjadi pilihan rendah  karbohidrat, yaitu 13 gram karbohidrat per-cangkir.

Baca juga : Top 17 Makanan Mengandung Karbohidrat Tinggi

Buah kering

Buah kering sebagai contoh yang umum adalah kismis, biasanya selalu memakai tambahan gula disamping gula alaminya yang menjadi lebih tinggi ketika buah  dikeringkan. Satu cangkir kismis contohnya mengandung 110 gram karbohidrat; dan secangkir aprikot kering mengandung 72 gram.

Tak hanya buah kering, jenis lain termasuk minuman buah atau produk jus buah seringkali lebih banyak gula tambahan daripada gula alaminya – bahkan tak sedikit buahnya justru merupakan bagian terkecil.

Seperti halnya manisan buah, mungkin harus diwaspadai ketika berbicara tentang diet menurunkan berat badan dan diet untuk diabetes.

Telah dijelaskan diatas bahwa karbohidrat dan gula sama-sama merupakan sumber energi bagi tubuh. Dan ketika asupannya berlebihan maka tubuh akan menyimpannya sebagai lemak yang menimbulkan kegemukan. Sementara bagi penderita diabetes, tentunya asupan energi berlebihan meningkatkan risiko lonjakan gula darah yang dapat membahayakan kesehatan.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *