Berat Badan Bayi Yang Normal & Tak Normal Serta Pencegahannya

Semua orang tua tentu menginginkan bayinya lahir dalam kondisi sehat dan tentu saja imut lucu dan menggemaskan. Namun ini mungkin tak akan Anda dapatkan jika “kurang perhatian” sama kehamilannya sang Ibu, seperti kurang memperhatikan kesehatan dan tak pernah memantau kondisi janin seperti bagaimana yang disarankan oleh dokter atau bidan.

Advertisement

Salah satu risiko jika ibu kurang memperhatikan kehamilannya yang akan kita bahas kali ini adalah masalah berat badan bayi lahir. Ada range berat badan bayi yang dikatakan normal dan ada berat badan bayi yang tak normal. Berat badan bayi lahir tak normal, bisa kurang atau berlebihan dari range berat normal ini. Meskipun bayi lucu akan tetapi kalau memiliki berat badan lahir yang tidak normal; bisa kurang atau berlebih itu bisa menjadi menghawatirkan karena ada risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan atau pertumbuhannya.

Berat badan bayi yang normal dan tak normal, penyebab, permasalahan, dan pencegahannya:

Berat badan bayi lahir normal dan tak normal

Berat badan bayi yang normal

Berat badan bayi rata-rata secara umum berada dirange 2,9Kg – 3,6Kg. Untuk usia kehamilan normal yaitu antara 27-41 minggu, bobot bayi perempuan normal berada di range  2,9Kg – 3,4Kg, dan 3 – 3,6Kg untuk bobot bayi laki-laki normal.

Bayi yang lahir dengan berat badan ideal seperti diatas bisa dianggap bahwa bayi telah berkembang dengan baik sejak dalam kandungan. Dan sebaliknya ketika berat bayi berada dibawah atau diatas dari berat bayi normal bisa diindikasikan telah ada masalah atau ada sesuatu yang salah yang bisa terkait dengan berbagai hal yang bisa terkait dengan kondisi kesehatan sang ibu atau kurangnya perhatian terhadap kehamilan selama mengandung misalnya asupan gizi untuk ibu hamil.

Penyebab berat badan bayi tak normal

a. berat badan bayi kurang dari bobot normal

Berat badan bayi yang kurang dari bobot normal berada dibawah 2,5Kg, bisa disebabkan oleh:

  • Kelahiran prematur
  • Ada masalah kesehatan pada sang ibu
  • Usia kehamilan terlalu muda
  • Hamil kembar
  • Asupan gizi ibu hamil yang tidak memadai
  • Ibu hamil perokok, baik aktif maupun pasif
  • Memiliki riwayat kelahiran bobot bayi rendah
  • Faktor depresi
  • Sering hamil
  • Paparan polusi
  • Faktor genetik

Yang perlu dijelaskan dari beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diatas adalah masalah kesehatan dari sang ibu hamil, Untuk itu kenapa ibu hamil harus rajin mengontrol kesehatan kehamilannya supaya ketika ada masalah dengan kehamilannya bisa diketahui, diantisipasi atau diatasi sejak dini oleh dokter yang memeriksa.

Kondisi preeklampsia adalah salah satu gangguan kehamilan yang paling dikhawatirkan karena juga bisa membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Salah satu akibat dari preeklampsia ini adalah menyebabkan aliran darah keplasenta berkurang. Karena darah ini bertugas mengantarkan nutrisi dan oksigen, maka pasokan gizi dan oksigen ke plasenta juga berkurang – yang menyebabkan pertumbuhan bayi menjadi terhambat. Masalah kesehatan lain yang bisa mempengaruhi bobot bayi lahir adalah termasuk penyakit jantung, dan depresi.

Faktor seperti asap rokok, paparan polusi, asupan gizi ibu hamil yang buruk, depresi, sakit jantung bisa menyebabkan asupan gizi pada bayi dalam kandungan juga menjadi tidak maksimal yang pada akhirnya menyebabkan pertumbuhan janin lambat. Kehamilan kembar menyebabkan ruang rahim harus di bagi untuk 2 janin, termasuk asupan gizi dari plasenta.

Asupan nutrisi yang cukup saat kehamilan sangatlah penting bagi perkembangan janin, untuk itu ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisinya terutama saat hamil. Jelas karena sekarang ibu hamil harus berbagi makanan dengan bayinya, maka asupan gizi harus ditingkatkan untuk memastikan asupan gizi yang cukup untuk keduanya. Hal ini bukan berarti ibu hamil harus makan berlebihan dan makan apasaja, karena berlebihan juga tak baik bagi janin dan ibu – yang bisa menyebabkan ibu kelebihan berat badan dan bayi yang kelebihan kegemukan dalam kandungan(akan dibahas dibawah). Makanan untuk ibu hamil harus memenuhi semua gizi harian saat hamil, untuk itu mintalah saran kepada dokter Anda.

Baca juga : Akibat jika Ibu hamil kurang mendapat asupan gizi

Masalah atau gangguan terkait berat badan bayi kurang

Secara umum berat bayi lahir kurang tidak menjadi masalah karena bayi masih tetap bisa tumbuh dengan normal. Hal ini meskipun pada beberapa kasus hal ini bisa menjadi masalah cukup serius. Hal ini misalnya berat badan rendah karena kelahiran prematur, ada beberapa masalah namun yang terkait dengan kelahiran prematur karena kondisi bayi memang masih belum siap untuk dilahirkan. Biasanya bayi lahir prematur masih akan ditreatment dengan pengawasan ekstra oleh dokter untuk memastikan kondisinya sebelum dirawat sendiri oleh ibunya dirumah.

b. Berat badan bayi lahir diatas bobot normal

Kondisi berat lahir diatas normal disebut macrosomia. Bayi bisa dikatakan macrosomia ketika memiliki bobot lahir 4,5Kg keatas. Hal-hal yang dapat mempengaruhi macrosomia termasuk:

  • Kondisi kesehatan Ibu
  • Kegemukan saat hamil

Kondisi kesehatan ibu hamil tertentu bisa menyebabkan bayi lahir dengan bobot terlalu besar, termasuk ibu diabetes melitus maupun diabetes gestasional. Faktor kegemukan saat hamil umumnya disebabkan karena diet ibu hamil yang tak terkontrol dengan ditambah ibu yang kurang aktif. Ibu hamil juga disarankan untuk tetap melakukan olahraga, namun aktifitas fisik dan olahraga bagi ibu hamil juga perlu dipilih. Baca juga : Amankah, Ibu hamil muda naik turun tangga?  Tanyakan kepada dokter Anda mengenai aktifitas terutama fisik yang boleh dan tidak bagi ibu hamil.

Masalah atau gangguan terkait berat lahir bayi diatas bobot normal

Jelas ketika bobot bayi yang terlalu besar saat dalam kandungan bisa menyulitkan saat proses persalinan. Hal ini tentu saja meningkatkan risiko persalinan bagi ibu hamil, kehilangan lebih banyak darah, termasuk perineum robek hingga kerusakan tulang ekor. Bagi bayi, masalah yang bisa terjadi adalah tersangkutnya pundak bayi pada tulang kelamin sehingga risikonya bisa menyebabkan tulang leher patah. Tentu risiko persalinan tersebut perlu dihindari, biasanya disarankan operasi sesar.

Kesehatan bayi serta ibu hamil adalah dua hal yang mutlak. Untuk itu penting bagi ibu hamil untuk tetap memantau kondisi dan kandungannya untuk memastikan tumbuh kembang bayi yang tepat dan persalinan yang normal dengan bantuan dokter atau bidan. Selalu memperhatikan saran dokter terutama soal asupan makanan/diet bagi ibu hamil, dan mungkin jika ada kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi janin. Hindari kebiasan buruk termasuk asap rokok dan minuman alk*ohol.

Merawat bayi pasca lahiran juga penting, apakah itu berat badan kurang, lebih, atau normal untuk memastikan pertumbuhan bayi yang sehat pasca lahiran. Jangan lupa juga bahwa asupan ASI adalah masih yang terbaik sebagai makanan bayi Anda diatas susu formula. ASI bukan saja menjamin kesehatan dan pertumbuhan bayi yang baik, ASI juga meningkatkan kecerdasan anak. Yang tak kalah penting lagi adalah tetap memantau pertumbuhan bayi dari minggu keminggu setelah lahir, seperti mengikuti kegiatan posyandu atau mengikuti jadwal ke dokter Anak Anda.

Advertisement

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *