Bahaya Gelombang Mikro pada Open Microwave Bagi Kesehatan

Apakah Gelombang mikro?  Sebelumnya mari kita sedikit berbicara tentang teknologi. Dalam hal ini yaitu tentang gelombang elektromagnetik, khususnya gelombang mikro dimana merupakan teknologi yang digunakan pada open mikrowave. Gelombang elektromagnetik pada intinya adalah gelombang yang bisa merambat walaupun tidak ada medium. Rambatan gelombang elektromagnetik memiliki karakter yang bisa diukur yaitu panjang gelombang, frekwensi, amplitudo dan kecepatan. Kita tidak membicarakan gelombang elektromagnetik secara luas, namun cukuplah sedikit kita mengenal gelombang mikro dan gelombang radio.

Iklan

Gelombang radio memiliki frekwensi 30kHz keatas, sementara gelombang mikro memiliki frekwensi sangat tinggi yaitu 3GHz keatas!!. Karena saking tingginya frekwensi, maka jika gelombang mikro yang diserap oleh sebuah benda maka akan muncul efek pemanasan pada benda tersebut. Dan apabila radiasi gelombang mikro difokuskan pada makanan, maka makanan akan menyerap radiasi dari gelombang mikro ini; lalu kemudian makanan akan menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat sebelum kemudian menjadi matang dan siap untuk disajikan. Ini adalah penjelasan sederhana mengenai pemanfaatan gelombang mikro untuk membuat oven mikrowave yang kita kenal untuk memasak makanan dengan cepat dan praktis.

Perlu diketahui juga bahwa Gelombang mikro ini juga dimanfaatkan untuk RADAR, yang menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro.

Dampak bahaya gelombang mikro pada Oven Microwave pada Kesehatan:

DAMPAK BAHAYA GELOMBANG MIKRO oven microwave

Kita sudah membaca sifat gelombang mikro yang bisa memanaskan makanan dalam waktu singkat. Dampak bahayanya perangkat wi-fi atau handphone yang frekwensinya masih berada jauh dibawah gelombang mikro pun bisa buruk bagi kesehatan, apalagi gelombang mikro yang frekwensinya berkali lipat dari itu. Ketahui apa saja dampak bahayanya berikut:

Oven microwave menghilangkan nutrisi dalam makanan

Mungkin ini secara tak langsung menimbulkan dampak bahaya pada kesehatan, namun jika tubuh kita kurang nutrisi setiap hari tentu ada efek buruknya dalam jangka panjang. Memanaskan makanan dalam microwave dapat menghapus kandungan nutrisi dalam makanan. Jadi apa gunanya ketika Anda membeli makanan bergizi, namun ketika dimasak dalam oven microwave akan kehilangan sebagian besar nutrisinya. Frekuensi tinggi menciptakan gesekan pada molekul dan memanaskan makanan, yang menyebabkan struktur molekul dalam makanan berubah dan mengurangi kandungan nutrisi dalam makanan.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, para peneliti meneliti efek dari pemanasan pada oven microwave terhadap hilangnya vitamin B-12 dalam makanan seperti daging sapi mentah, daging babi, dan susu. Hasil penelitian ini mengejutkan yaitu hilangnya vitamin ini hingga 30-40 %  ketika makanan habis dimasak dengan oven microwave. Pergeseran vitamin B-12 menjadi bentuk aktif ditemukan dalam makanan selama proses pemanasan dengan oven microwave.

Oven microwave bisa memicu Kanker

Jika anda memasukkan makanan yang dibungkus wadah plastik kedalam oven microwave, maka sama saja Anda membuat karsinogen dalam makanan. Karsinogen adalah zat racun yang memicu terjadinya kanker. Berdasarkan studi penelitian, pemerintah Jerman dan Rusia mengeluarkan peringatan tentang bahaya oven microwave yang bisa merugikan kesehatan manusia dan lingkungan. Wadah plastik yang digunakan untuk memanaskan makanan dalam oven microwave ini telah ditemukan melepaskan karsinogen dan jenis racun berbahaya lainnya ke dalam makanan Anda yang kemudian akan diserap oleh tubuh Anda. Wadah plastik mengandung kimia yang bersifat karsinogen seperti BPA, polyethylene terpthalate, benzena, toluena, dan xilena yang semuanya sudah diketahui terkait dengan kanker.

Microwave bisa mengubah darah

Dalam sebuah studi klinis di Swiss, peneliti menemukan adanya perubahan darah pada individu yang mengonsumsi susu dan sayuran dari oven microwave. 8 peserta dalam penelitian mengonsumsi urutan beberapa makanan yang disiapkan dengan cara yang berbeda  termasuk makanan yang dipanaskan dengan oven microwave. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sel-sel darah merah menurun sementara kadar sel darah putih dan kadar kolesterol secara bersamaan meningkat. Radiasi non-ionisasi oven microwave dapat mempengaruhi perubahan dalam darah dan detak jantung.

Microwave bisa mempengaruhi  detak jantung

Radiasi gelombang mikro yang frekwensinya sangat tinggi sekitar 2,4GHz dari open microwave dapat menghasilkan efek pada tubuh manusia yang terpapar. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Magda Havas Ahli radiasi dari Trent University menemukan bahwa tingkat radiasi yang dipancarkan oleh microwave mempengaruhi denyut jantung dan variabilitas detak jantung. Meskipun ini masih dalam batas aman peraturan pemerintah sana, namun ini cenderung menyebabkan perubahan langsung dan dramatis pada denyut jantung. Jika Anda mengalami detak jantung yang tidak teratur atau rasa nyeri dada ketika secara teratur menggunakan microwave, mungkin lebih baik bagi Anda untuk menghentikan penggunaannya.

Menyebabkan Katarak

Profesor Magda Havas juga mengatakan pada dailymail bahwa berdiri di depan oven microwave dan menonton makanan Anda bisa menyebabkan katarak, dan jika Anda melakukannya terus lagi dan lagi maka akan merusak mata Anda.

Mempengaruhi Otak

Pulsa microwaves bisa  menimbulkan efek stres pada kimia syaraf otak. Ada beberapa kemungkinan efek negatif yang bisa timbul akibat radiasi gelombang elektromagnetik yang kuat, termasuk  kerusakan sel saraf, menurun/hilangnya konsentrasi, gangguan memori, merusak sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, gangguan tidur dan perubahan aktivitas otak.

[Tips aman] Tinggalkan ruangan

Jika Anda menggunakan microwave, sebaiknya pergi keluar dari lokasi masak. Gelombang mikro bisa menembus dinding, jadi meskipun terhalang Anda masih beresiko terpapar jika posisinya masih berdekatan. Anak-anak lebih sensitif karena fisik mereka masih belum sekuat orang dewasa, jadi jangan menggunakannya ketika ada anak-anak didalam rumah.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *