Tanda dan gejala Estrogen Rendah pada Wanita

Tanda dan gejala Estrogen Rendah pada WanitaEstrogen adalah hormon yang memberikan karakter “perempuan” pada wanita. Hormon ini sangat penting bagi wanita, karena ia  digunakan tubuh untuk ovulasi dan untuk mengatur sistem reproduksi. Paling sering penurunan tingkat estrogen adalah karena wanita akan melalui masa menopause, namun tak menutup kemungkinan juga terjadi pada wanita yang berusia lebih muda. Jika Anda adalah seorang wanita yang memiliki tingkat estrogen yang rendah, Anda mungkin akan mengalami berbagai tanda dan gejala. Gejala bisa mungkin bersifat ringan atau berat, tergantung pada seberapa rendah menurunnya tingkat estrogen Anda.

Advertisement

Baca juga: Makanan yang mengandung tinggi Estrogen

Berikut ini adalah tanda-tanda atau gejala umum estrogen yang rendah atau penurunan tingkat, yang khusus terjadi pada wanita

Menstruasi tidak teratur

Ketika tingkat estrogen wanita menurun, ovulasi juga dapat menurunkan, atau menjadi tidak menentu. Hal ini tentunya juga akan mempengaruhi siklus menstruasi Anda, menyebabkan periode menstruasi Anda menjadi terganggu, tidak teratur, tertunda, atau berhenti sama sekali. Kurangnya periode menstruasi ini juga dikenal sebagai amenore, yang terjadi ketika tingkat estrogen yang rendah sehingga lapisan rahim tidak menebal. Selama perimenopause(jangka waktu 2 sampai 8 tahun menjelang menopause ), periode bulanan mungkin akan menjadi tidak teratur dan kurang jika kadar estrogen rendah.

Tulang keropos

Tanda  umum lainnya dari tingkat estrogen rendah adalah pengeroposan tulang, atau penurunan kepadatan tulang. Menurut mayoclinic, penurunan kadar estrogen ini bisa menyebabkan Anda kehilangan massa tulang lebih cepat, dan meningkatkan kesempatan bagi Anda untuk mengembangkan osteoporosis.

Hot Flashes

Jika tingkat estrogen Anda menurun atau rendah, Anda mungkin akan mengalami hot flashes. Hot flashes adalah gejala rasa panas pada tubuh yang ekstrim (terutama pada punggung), yang disertai dengan berkeringat, kadang-kadang juga disertai dengan flushing, jantung berdebar-debar, dan kecemasan atau panik. Menurut Mayo clinic, ketika tingkat estrogen mulai berkurang selama menopause, sekitar 65 % sampai 75 % wanita mengalami hot flashes, mulai dari berbagai tingkat intensitas dan frekuensi. Estrogen yang rendah juga dapat menyebabkan serangan berkeringat di malam hari secara tiba-tiba,  yang biasa disebut ” berkeringat di malam hari  ” atau hot flashes. Selain itu, Anda mungkin akan disertai dengan rasa jantung berdebar-debar, atau seolah-olah jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur.

Lihat juga :  10 Hal yang harus dihindari oleh penderita Asma

Menderita gangguan tidur atau insomnia

Tingkat estrogen rendah juga seringkali menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia. Perubahan hormonal dalam tubuh Anda karena kadar estrogern rendah juga dapat mengganggu siklus tidur normal Anda, dan Anda juga mungkin dapat mengalami sakit kepala, dan masalah dengan kejernihan mental.

Mood menurun dan Depresi

Gangguan mood dan depresi adalah keluhan umum dari wanita menopause, atau wanita lainnya yang mengalami tingkat estrogen rendah. Mayoclinic menjelaskan, gangguan tidur dan gejala estrogen rendah lain yang lebih mungkin untuk menyebabkan masalah emosional, daripada tingkat estrogen rendah itu sendiri. Namun, wanita dengan estrogen rendah seringkali merasa tertekan, cemas, dan mudah tersinggung, menurut University of Michigan Health System.

Penurunan Kesuburan

Karena tingkat estrogen yang menurun akan menyebabkan ovulasi menjadi lebih jarang atau tidak teratur, Anda mungkin akan mengalami berkurangnya kesuburan sehingga kesulitan untuk hamil. Jika Anda memang akan melalui menopause, maka penurunan kesuburan Anda ini adalah normal dan alami.

Kekeringan pada organ intim dan disfungsi sek*ual

Tingkat estrogen yang berkurang dalam tubuh juga dapat menyebabkan perubahan pada organ intim wanita. Biasanya, Anda mungkin akan mengalami kekeringan pada missV, seperti yang dijelaskan UMHS. Menurut mayoclinic, Anda juga bisa mengalami kehilangan elastisitas jaringan pada organ intim Anda, yang menyebabkan rasa sakit selama berhubungan. Tingkat estrogen yang rendah juga dapat menurunkan hasrat dan gairah Anda.

Kolesterol tinggi

Karena tingkat estrogen menjadi rendah, maka kadar kolesterol Anda bisa naik. Mayoclinic menjelaskan, Estrogen yang rendah dapat menyebabkan peningkatan LDL atau ” kolesterol jahat, dan menurunkan tingkat  HDL , atau ” kolesterol baik , “, yang akan menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk mengembangkan penyakit jantung.

Lihat juga :  5 buah yang bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan wajah

Referensi:
Mayo Clinic: Perimenopause — Symptoms

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *