Takanan Darah yang normal pada Wanita

Takanan Darah yang normal pada WanitaDalam keadaan normal, tekanan darah bagi wanita dan laki-laki harus pada120/80 mm Hg. Tekanan darah abnormal tinggi atau rendah bisa berakibat serius pada kesehatan seseorang, oleh karena itulah sebabnya mengapa tekanan darah harus dipantau secara berkala. Artikel berikut untuk memberikan informasi tentang berbagai tekanan darah yang normal beserta dengan faktor risikonya pada wanita.
Tekanan darah adalah tekanan yang oleh darah pada dinding arteri. Hal ini sering diukur bersamaan dengan tanda-tanda vital seperti denyut nadi dll. Tekanan darah diukur kedalam dua bagian, yaitu: tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan maksimum oleh darah terhadap arteri pada saat terjadi kontraksi ventrikel di jantung sebelah kiri.  Sementara tekanan darah diastolik adalah tekanan minimum oleh darah terhadap arteri saat jantung sedang rileks diantara denyutan.

Advertisement

Tekanan Darah yang normal pada Wanita

Idealnya, pembacaan pada alat pengukur tekanan darah harus berada di120 /80 mm Hg. Angka pertama adalah mengacu pada tekanan sistolik, sedangkan angka yang kedua merupakan tekanan diastolik. Alat pengukur tekanan darah disebut tensi meter atau sphygmomanometer. Tekanan darah bisa menjadi indikator kapasitas pemompaan jantung, itulah sebabnya mengapa pertolongan medis harus didapatkan jika tingkat tekanan darah menjadi abnormal. Tekanan darah tinggi secara medis disebut dengan hipertensi, sedangkan tekanan darah rendah disebut hipertensi dan hipotensi. Anda bisa melihat melalui tabel berikut untuk mengetahui kisaran tekanan darah normal untuk wanita.

Tekanan Darah (BP) Tahapan
210/120 Sangat tinggi
160/100 Tinggi
140/90 Batas tinggi
130/85 Tinggi/Normal
120/80 Normal
110/75 Rendah/Normal
90/60 Batas rendah
60/40 Rendah
50/33 Sangat Rendah

 

Catatan: Jika alat pembacaan tekanan darah sering berada di atas 140/90 mmHg , maka seseorang didiagnosis dengan hipertensi. Perlu diperhatikan bahwa bantuan medis sangat dibutuhkan jika tekanan darah secara konsisten berada antara 120/80 mm Hg dan 139/89 mm Hg, dan orang dengan tekanan darah yang berada dalam kisaran ini didiagnosis dengan prehipertensi. Merubah gaya hidup tertentu bisa menurunkan risiko hipertensi pada orang-orang ini.

Lihat juga :  Dampak BAHAYANYA sering makan Asin-asin/Banyak Garam

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada Wanita

Fluktuasi tingkat tekanan darah bisa dikaitkan dengan faktor-faktor seperti usia, gaya hidup, kehamilan, berat badan, menopause, riwayat keluarga, dll

Usia

Tekanan darah rata-rata meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setelah usia 50, satu dari setiap dua wanita mungkin terkena tekanan darah tinggi. Di bawah ini adalah rata-rata rentang tekanan darah menurut usia. Harap diketahui juga bahwa tabel tekanan darah berikut bukan hanya karena usia tertentu, namun banyak faktor lain yang ikut berperan. Hal ini tidak mungkin untuk dikatakan sebagai angka kisaran yang normal bagi kesehatan secara keseluruhan, karena bisa bervariasi untuk setiap orang.

Umur Tekanan Darah (mm Hg)
15-19 117/77
20-24 120/79
25-29 121/80
30-34 122/81
35-39 123/82
40-44 125/83
45-49 127/84
50-54 129/85
55-59 131/86
60-64 134/87

 

Gaya hidup

Tingkat tekanan darah bisa terpengaruh oleh pilihan gaya hidup yang kita buat. Faktor risiko tinggi meningkatnya tekanan darah bisa karena kurang olahraga, diet yang tidak sehat, stres , dll. Penggunaan pil KB atau asupan zat tertentu seperti kafein atau nikotin juga bisa mempengaruhi tekanan darah. Untuk mempertahankan tekanan darah yang sehat, Anda harus menjaga berat badan yang sehat. Menjalankan diet dan gaya hidup sehat dengan mengatakan tidak untuk alk*hol dan mer*kok pasti bisa membantu.

Kehamilan

Tekanan darah pada wanita sering berfluktuasi selama kehamilan. Hormon progesteron, yang mempersiapkan rahim untuk kehamilan akan melebarkan pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan darah. Di sisi lain, darah juga harus mengirimkan semua nutrisi dan oksigen ke embrio, sehingga jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke plasenta. Hal inilah yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah pada wanita hamil. Pemeriksaan tekanan darah sering diperlukan selama kehamilan untuk mencegah kondisi preeklamsia, yang merupakan kondisi membahayakan bagi wanita hamil, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan retensi cairan.

Lihat juga :  Tips Cara alami mengatasi Diare

Kegemukan

Obesitas menyebabkan kerentanan terhadap tekanan darah tinggi. Hal ini karena timbunan lemak di lapisan dalam arteri, sehingga mengurangi daerah lumen arteri dan akhirnya meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang normal bisa dipertahankan dengan jalan mengikuti diet seimbang dan latihan/olahraga.

Berhenti haid

Tingkat tekanan darah bisa berfluktuasi selama menopause, karena penurunan kadar estrogen – yang merupakan hormon yang ikut menjaga tekanan darah. Kadang-kadang, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah. Peningkatan ini juga mungkin disebabkan karena terapi hormon yang biasa dilakukan beberapa wanita menopause.

Riwayat keluarga

Jika orang tua Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka Anda beresiko lebih besar terkena hipertensi. Jika lebih dari satu dari kerabat dekat Anda mengembangkan tekanan darah tinggi sebelum usia 60, maka Anda juga berisiko.

Secara umum, tingkat tekanan darah normal bisa dipertahankan dengan memilih  gaya hidup yang tepat. Saat ini banyak wanita yang menderita tekanan darah tinggi, serta tak sedikit pula yang mengalami tekanan darah rendah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk rajin memeriksa tekanan darah  secara berkala .

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *