Ketahui Penyebab Bayi Anda Rewel Menangis Terus

penyebab bayi terus menangisKalau bayi menangis terus pasti akan membuat kedua orang tuanya bingung, dan mencari sesuatu cara efektif untuk bisa menenangkannya dan akhirnya bisa berhenti mengangis dan bayi tidur pulas. Sudah pasti, bayi Anda tidak bisa memberitahukan apa yang menjadi masalahnya, dan menangis adalah cara ia satu-satunya. Memang sulit untuk bisa menafsirkan penyebab tangisan bayi terutama bagi ibu atau ayah baru.

Advertisement

Bayi yang sering menangis dan sulit ditenangkan seringkali membuat para orang tua sangat stres, sehingga sangat penting untuk menyadari kemungkinan apa yang menyebabkan bayi Anda rewel. Dengan demikian, mengetahui apa saja kemungkinan penyebabnya bisa membantu Anda dalam menangani situasi yang sebelumnya tak pernah Anda hadapi sebagai orang tua baru.

Baca juga : Apakah memberikan dot baik untuk Bayi?

Inilah 10 penyebab umum mengapa bayi terus menangis dan sulit ditenangkan :

1. Bayi Anda Sedang Lapar

Mendapatkan makan secara rutin dari orang tuanya adalah salah satu kebutuhan mendasar bayi. Ketika kebutuhan makan ini tidak dipenuhi dengan benar, maka bayi Anda bisa kelaparan dan akan menangis.

Kelaparan mungkin bisa menjadi kecurigaan pertama yang harus Anda pikirkan saat bayi Anda rewel. Masalah ini lebih umum pada bayi  yang belum mulai diberikan makanan padat bayi atau MPASI.

Hal ini karena cairan(susu)tidak bisa menahan lapar untuk waktu yang lama seperti MPASI – nah inilah sebabnya mengapa bayi menjadi lebih sering lapar.

Lihatlah lebih dekat bayi Anda, dan jika dia menggeliat,  gerakan mengisap, atau menggerakan mulut, atau mengisap jari, berarti bayi Anda memang lapar. Berikan bayi Anda ASI atau susu formula seperti biasanya. Jika bayi Anda memang sedang lapar, maka tangisannya akan segera berhenti setelah diberikan makanannya.

2. Popok bayi Anda basah atau kotor dan perlu diganti

Sebagian besar bayi diketahui tidak bisa menerima jika popoknya kotor atau basah. Karena rasa ketidaknyamanan ini, bayi secara naluriah ekan memberitahukan kepada Anda dengan cara menangis.

Popok yang basah bisa mengiritasi kulit bayi yang masih sangat lembut. Nah rasa tak nyaman inilah yang menyebabkan mereka menangis. Setelah popoknya yang basah diganti, bayi Anda akan tenang dan tidur kembali.

Cobalah untuk mengganti popok Bayi Anda secara teratur setiap dua atau tiga jam sekali, untuk mengurangi risiko ruam popok.

3. Bayi Anda mengalami iritasi atau Ruam Popok

Ruam popok adalah ruam yang berada dieskitar daerah popok, yaitu yang meliputi paha atas, p*ntat dan area vital bayi bisa menjadi alasan kenapa bayi Anda menangis terus.

Kulit yang teriritasi ini bisa terasa menyakitkan, dan  jika tidak ditangani dengan tepat waktu bisa menyebabkannya menjadi lecet-lecet.

Lihat juga :  Manfaat Air kelapa untuk bayi dan balita

Ruam popok ditandai dengan kulit yang berwarna merah , dan sering-seringlah diberikan krim ruam popok. Kalau perlu Anda  bisa berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan nasihat lebih lanjut. Untuk mencegah ruam popok, selalu gunakan krim di popok saat diganti, dan sering menggantinya.

 

4. Bayi Anda merasa kelelahan

Ketika bayi merasa lelah, mereka biasanya hanya bisa menangis karena tak tahu harus melakukan apa. Karena rasa kelelahan, bayi memerlukan tidur. Dan karena bayi tidak bisa tidur sendiri, maka ia akan menangis.

Bayi yang merasa sangat lelah mungkin justru menjadi sulit untuk tidur, dan cenderung akan rewel dan menangis oleh hal apapun.

Peluk dan goyang-goyang bayi Anda, atau Anda juga bisa menggunakan alat white noise atau suara dengungan seperti dari pengering rambut atau kipas angin bisa menenangkan bayi yang menangis dan membantu membuantya tertidur.

Lakukan rutinitas seperti hari-hari biasanya, dan pastikan bayi tidak sampailelah. Perubahan rutinitas bisa mengganggu waktu tidur siang bayi dan membuatnya lelah.

5. Bayi Anda mengalami masalah pada pencernaan

Gas perut atau kolik juga bisa menyebabkan bayi sering menangis. Dalam kasus kolik, bayi mungkin akan  selama berjam-jam.

Jika bayi Anda masih terus menangis meskipun telah diberi makan atau susu, mungkin itu pertanda masalah pencernan. Penyebab utama kolik adalah udara yang terjebak di dalam usus yang menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan bayi.

Mandikan bayi dengan air hangat yang nyaman. Hal ini akan mengalihkan bayi dari rasa ketidaknyamanan perutnya, dan juga bisa membuatnya mengantuk.

Meletakkan kain bersih yang sedikit hangat di perut bayi bisa memberikan meredakan gas perut bayi dan membuatnya berhenti menangis.

Jika bayi Anda rentan terhadap masalah terkait gas, menempatkan dia di punggungnya, memegang kakinya dan menggerakkan kakinya dalam gerakan bersepeda lembut. Latihan ini membantu menghilangkan gas bila dilakukan 2 atau 3 kali sehari.

6. Bayi Anda sedang butuh Perhatian dan kasih sayang Anda

Bayi tidak diciptakan sebagai makhluk penyendiri, dan bahkan sangat senang bersosialisasi. Kebanyakan bayi akan berharap berada di sekitar orang-orang. Inilah sebabnya mengapa bayi sering menangis ketika ingin bermain atau ingin keberadaan orang tuanya.

Bahkan beberapa bayi lebih sensitif lagi, dan membutuhkan banyak pelukan atau gendongan. Ketika mereka merasa  tidak mendapatkan perhatian mereka butuhkan, mereka akan menangis. Bayi akan berhenti menangis setelah mendapatkan stimulasi sensorik dari setuhan, pembicaraan dan pelukan.

Cukup dekatkan bayi Anda di dada Anda untuk menghentikan tangisannya. Irama detak jantung, kehangatan tubuh, dan hingga bau Anda adalah apa yang dibutuhkan bayi ketika butuh perhatian.

Baca juga : Buah dan Sayur terbaik untuk diperkenalkan pada Bayi

7. Bayi Anda ingin Bersendawa

Jika bayi Anda malah rewel dan menangis setelah ia makan, kemungkinan ia hanya membutuhkan bisa bersendawa.

Lihat juga :  Apakah Pisang baik untuk Makanan Bayi?

Bayi cwnderung ikut menelan udara saat ia sedang menyusu. Nah pada saat  udara yang ikut  tertelan ini tidak dikeluarkan melalui sendawa, maka bisa menyebabkan rasa ketidaknyamanan baginya dan membuatnya menangis atau rewel.

Setelah bayi Anda dikasih makan, tepuk atau gosok punggungnya selama satu menit supaya bayi Anda mudah bersendawa.

8. Bayi Anda merasakan terlalu dingin atau terlalu panas

Bayi yang baru lahir ingin selalu terbungkus dan hangat,  namun tidak terlalu hangat apalagi panas. Sebaliknya, udara yang dingin disekitarnya juga bisa membuat bayi merasa tidak nyaman.

Hati-hati, jangan terlalu berlebihan memberikan baju kepada bayi sehingga ia menjadi merasa kepanasan. Untuk mengetahui apakah bayi Anda terlalu panas atau terlalu dingin, cukup raba perutnya dengan tangan. Jika perut bayi terasa terlalu panas, ambil selimutnya, dan jika terasa dingin tambahkan selimut tambahan.

9. Bayi sedang Tumbuh gigi

Hal ini jika bayi Anda sudah berusia antara 6 sampai 8 bulan, dan secara tiba-tiba sering menangis  – maka bisa jadi karena sedang tumbuh gigi. Gigi yang tumbuh bisa menyebabkan rasa ketidaknyamanan bahkan rasa sakit.

Gunakan jari yang bersih , raba gusi bayi Anda dan rasakan. Jika ada pertanda bengkak di gusi, serta bayi cenderung menggigit maka itu adalah tanda-tanda tumbuh gigi.

Beri bayi Anda sepotong  wortel panjang  untuk menghilangkan atau mengurangi ketidanyamanan. Anda juga bisa memijat lembut gusi bayi Anda yang sakit untuk membantu meringankan. Tekanan lembut pada gusi bisa membantu menenangkan bayi yang rewel dan menangis akibat tumbuh gigi.

Jika gigi baru sudah terlihat, maka bayi Anda akan kembali tenang seperti biasanya.

10. Bayi Anda sedang kurang enak badan atau demam

Bayi umumnya akan menjadi banyak menangis jika sedang sakit atau demam.

Ketika bayi merasa kurang enak badan, ia akan menangis dengan nada yang berbeda dari biasanya. Mungkin nada menangisnya lebih lemah, terus menerus,  bernada tinggi.

Kondisi umum yang  menyebabkan bayi menagis adalah hidung tersumbat, hidung meler, demam ringan, batuk kering , dll.

Konsultasi dengan dokter adalah penting, dan jangan memberikan obat apapun kepada bayi Anda tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter spesialis anak.

Penyebab lain bayi menangis :

  • Bayi bisa menangis karena hal kecil misalnya terlalu erat bungkus tangan, atau kaki.
  • Bayi mungkin sensitif terhadap kain tertentu yang terasa gatal baginya.
  • Terlalu banyak dipeluk dari orang lain juga bisa membuat bayi menangis karena merasa tidak nyaman.
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *