Olahraga terbaik untuk orang kegemukan

Olahraga terbaik untuk orang gemukSebuah penelitian untuk obesitas, menemukan bahwa orang dengan obesitas/kegemukan takut berolahraga dengan alasan malu dengan kondisinya, takut cedera, takut, merasakan sakit ringan dan nyeri pada persendian yang membuat mereka berhenti olahraga satu tahun kemudian. Dan kebanyakan orang kegemukan, mereka merasa jika dirinya tidak akan pernah bisa melakukan apa-apa. Terkait olahraga dan kondisi tertentu termasuk obesitas, memang disarankan untuk berkonsultasi kepada ahlinya misalnya dokter sebelum memulai. Orang-orang gemuk termasuk orang harus hati-hati memilih jenis olahraga yang sesuai, karena tidak semua jenis olahraga cocok bagi mereka. Olahraga tertentu bisa berakibat buruk bagi orang kegemukan, terutama karena terkait dengan impact oleh bobot mereka sendiri yang lebih berat. Lompat, lari, senam intensitas tinggi yang melibatkan lompatan-lompatan, adalah contoh olahraga yang tidak baik bagi obesitas; karena beban tubuh mereka yang berlebih merupakan pukulan yang kuat bagi persendian kaki atau pinggul, yang bisa menyebabkan cedera dan sakit sendi.

Advertisement

Baca juga : Kenapa orang sering gagal diet menurunkan berat badan?

Supaya bisa termotivasi, dan menghindari resiko cedera sendi, tulang, dll, orang obesitas bisa mengikuti latihan dibawah nasehat ahli kesehatan, atau dibawah bimbingan seorang pelatih yang berpengalaman menangani olahraga untuk orang kegemukan. Ada beberepa olahraga khusus low-impact yang bisa dilakukan oleh orang obesitas, seperti menggunakan bola untuk situp dan latihan ketahanan, latihan fungsional, dll.

Yang boleh dan tidak :

  • Mengenakan sepatu yang baik
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Untuk menurunkan berat badan, pertama fokus pada latihan aerobik dulu sebelum latihan kekuatan.
  • Mulai berhenti jika sudah merasa terengah-engah
  • Memantau perkembangan berat badan
  • Tidak melakukan latihan intensitas tinggi dan tidak melakukan lompatan dan mendarat dengan keras.
  • Jangan membandingkan hasil diri sendiri dengan orang lain
  • Sabarlah, karena tak ada perubahan yang akan terjadi secara  sangat drastis. Tetapkanlah target yang realistis jika menurunkan berat badan.
Lihat juga :  Penyebab dan Cara Mengobati Mata Timbilan

Contoh olahraga yang baik untuk orang kegemukan/obesitas

Latihan Bola

Menggunakan bola untuk latihan sit up perut, situps dan latihan ketahanan. Peralatan ini akan membantu Anda untuk melakukan latihan perut tertentu yang mungkin tidak bisa Anda lakukan dengan mesin ab. Belilah bola latihan yang bisa Anda gunakan di rumah jika Anda tidak nyaman pergi ke gym.

Aerobik Air

Lakukan latihan kardiovaskular yang bertujuan untuk membakar kalori dan meningkatkan kesehatan jantung . Aerobik air bermanfaat meningkatkan detak jantung saat Anda mengeluarkan energi. Air membuat Anda merasa lebih ringan, sehingga membantu mendukung berat badan Anda dan akan mengurangi dampak pada sendi; juga memungkinkan Anda untuk bisa bergerak tanpa rasa sakit melalui latihan Anda. Mungkin Anda bisa menemukan Gym yang menyediakan kolam dan menawarkan kelas yang fokus pada aerobik air. Berenang di kolam rumah sendiri, tentunya jika Anda memilikinya.

Senam

Senam untuk orang kegemukan adalah senam yang tidak menerapkan geraka yang tiba-tiba atau lompatan; artinya senam harus dilakukan dengan perlahan dan tumpuan kaki yang lembut untuk mengurangi tekanan pada persendian saat latihan. Munkin Anda membutuhkan pelatih atau instruktur yang berpengalaman menangani orag dengan obesitas

Berjalan

Berjalan mungkin terdengar sangat sederhana, tapi itu adalah olahraga nomor satu yang direkomendasikan oleh American Heart Association, Mayo Clinic, dan masih banyak lagi. Berjalan merupakan latihan aerobik low impact yang bisa Anda lakukan sendiri di mana saja. Jika Anda dengan kondisi gemuk yang tidak sehat sehat, Anda mungkin mengalami kesulitan berjalan; jika demikian, mulailah dulu dengan aerobik air dan secara bertahap mulai memasukkan berjalan sebagai rutinitas Anda jika stamina Anda sudah mulai membaik. Menurut sebuah studi 2005 di University of Colorado, Boulder, orang gemuk yang berjalan secara perlahan membakar lebih banyak kalori, sekaligus mengurangi risiko arthritis dan cedera sendi. Karena orang gemuk juga membawa berat badan ekstra, maka mereka bisa membakar lebih banyak kalori berjalan daripada orang dengan berat normal. Anda tidak membutuhkan peralatan atau pakaian khusus peralatan untuk berjalan. Anda bahkan tidak perlu untuk pergi ke luar. Cukup berjalan naik dan turun tangga sudah dianggap sebagai kegiatan aerobik.

Lihat juga :  10 Makanan penyebab penyakit yang seolah sehat

Jogging bisa Anda lakukan jika kondisi obesitas Anda masih memungkinkan, namun selingi dengan berjalan kembali jika sudah merasa terengah-engah; hindari lari yang membuat lompatan dan jatuh dengan keras.

Latihan fungsional

Jika Anda mengalami obesitas terutama gemuk yang tidak sehat, Anda mungkin akan berusaha untuk melakukan aktivitas keseharian seperti bangkit dari kursi atau dari jok mobil. Naik ketrotoar saja bisa merupakan tantangan jika Anda dengan kelebihan berat badan. Lakukan latihan fungsional yang menggunakan berat badan Anda sebagai resistensi untuk pengkondisian umum. Sebagai contoh, berlatih duduk dan berdiri di kursi atau sittercise. Naik keatas dan ke bawah pada trotoar, diteras, atau anak tangga bagian bawah sendiri menggunakan otot stabilizer dan keseimbangan. Latihan fungsional bermanfaat membakar kalori sekaligus memperkuat otot-otot yang bergerak.

Tips :

Orang harus mengikuti program kebugaran atau olahraga secara bertahap, karena mungkin memiliki kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, sesak, termasuk kegemukan. Bahkan orang sehat yang baru mulai olahragapun harus dimulai secara bertahap, dengan patokan seberapa nyaman mereka bisa melakukannya, termasuk waktu, intensitas. Olahraga harus dihentikan ketika mulai merasa terengah-engah hingga sesak nafas, serta latihan tidak boleh langsung berhenti dan duduk begitu saja; maksudnya untuk menyesuaikan denyut nadi yang cepat menjadi normal kembali secara perlahan, misalnya berjalan-jalan dulu untuk menunggu sampai nafas menjadi normal kembali, sebelum benar-benar duduk dan beristirahat.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *