Makanan yang Harus Dihindari Setelah Kena Stroke

makanan harus dihindari setelah strokeOrang yang habis terkena serangan stroke akan merasakan secara tiba-tiba separoh dari badannya tidak bisa digunakan, tidak bisa melihat dengan jelas, merasa pusing, serta bingung. Stroke bisa terjadi ketika otak kehilangan aliran darah karena terjadi pembekuan atau terjadi perdarahan diotak. Selain mendapatkan pertolongan medis, pengobatan dan rehabilitasi, diet yang baik adalah bagian penting dari penyembuhan pasca stroke. Sementara itu juga, mengkonsumsi makanan yang sehat, serta menghindari makanan tertentu bisa menurunkan risiko stroke selanjutnya.

Advertisement

Makanan pasca stroke

Mengurangi makanan berlemak tinggi

Didalam sel-sel dalam tubuh terdapat cairan dan selaput lendir yang fleksibel, karena terdapatnya lemak yang disebut dengan kolesterol. Meskipun kolesterol ini berperan penting secara biologis, namun terlalu banyak mengonsumsinnya merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Diet yang tinggi lemak jenuh juga terkait dengan kolesterol tinggi, dan membahayakan kesehatan jantung. Lemak jenuh ditandai dengan ciri khas utamanya adalah akan memadat jika diletakkan pada suhu ruangan, contohnya termasuk mentega, keju dan minyak kelapa. Kolesterol dan lemak jenuh biasanya berasal dari produk hewani, termasuk daging dan susu. Sementara itu, lemak trans adalah lemak yang ditemukan dalam minyak sayur terhidrogenasi, juga sangat merugikan bagi kesehatan dan harus dihindari.

Makanan yang harus diganti

Gaya hidup rendah lemak tidak selalu hambar dan membosankan. Ganti item makanan yang tinggi mengandung lemak jenuh dan kolesterol, dengan makanan yang lebih menyehatkan. Misalnya, mengganti mentega dengan light margarin, saus alfredo dengan saus marinara, dan es krim dengan jus buah. Pada saat Anda membuat telur dadar, gunakan hanya bagian putih telur, dan bisa taburi dengan sedikit keju tanpa lemak. Menghilangkan asupan lemak trans memang sebuah tantangan besar, karena Anda harus menghindari sebagian besar makanan seperti keripik, kue mentega, margarin stik, dan semua makanan yang digoreng. Lemak trans adalah hasil dari minyak sayur yang digunakan menggoreng/dipanaskan dengan suhu tinggi.

Lihat juga :  Tips Cara mencegah diabetes

Menghindari makanan tinggi garam

Hentikan kebiasaan menaburkan garam kedalam makanan Anda, terutama setelah stroke. Sodium atau natrium adalah zat yang ditemukan dalam garam meja dan di sebagian besar makanan olahan, yang membuat tubuh menahan air, sehingga bisa meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi akan membuat jantung bekerja lebih keras, yang sangat berbahaya terutama pada orang setelah stroke. Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, stroke dan darah tinggi, harus menjaga tingkat asupan sodium atau natrium – salah satunya kurangi asupan garam.

Melakukan Diet Makanan rendah Sodium

Menghilangkan kebiasaan menambahkan garam meja untuk makanan adalah awal yang baik, namun itu masih belum cukup untuk diet yang benar-benar rendah natrium. Hal ini karena sebagian besar makanan olahan banyak mengandung sodium, dan demikian Anda harus membiasakan diri membaca label kemasan pada makanan. Bila mungkin, pilihlah makanan dengan natrium yang sangat rendah atau kurang dari 35 miligram per porsi. Dikatakan dengan natrium rendah adalah kurang dari 140 miligram per porsi. Lebih baik membuat sendiri makanan didapur, sehingga Anda bisa mengontrol berapa banyak garam masuk ke dalam makanan Anda. Gunakan saus tomat,  bukannya saus kalengan. Menggunakan bumbu dan herbal bukan menambah garam.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *