Daun Sirih untuk Mengobati Keputihan

Daun sirih untuk keputihanDaun sirih banyak ditanam oleh masyarakat Asia Tenggara khususnya Indonesia. Selain untuk kebutuhan “nyirih”, di Indonesai tanaman ini juga banyak diyakini secara tradisional memiliki beragam manfaaat untuk kesehatan – sehingga banyak dimasukkan sebagai bagian dari khasanah tanaman obat keluarga atau Toga. Sifat utama kandungan kimia dalam daun sirih terutama adalah antiseptik. Hal ini telah dibuktikan, bahwa orang yang memiliki kebiasan nyirih ternyata memiliki gigi yang utuh sampai tua walaupun diketahui banyak diantara mereka yang kurang membersihkan gigi dengan sikat gigi. Mungkin demikian halnya jika daun sirih dipergunakan untuk mengobati keputihan yang disebakan oleh infeksi bakteri, dan daun sirih juga bisa menekan bau yang tak sedap seperti halnya akibat keputihan abnormal.

Advertisement

Benarkah daun sirih bisa mengobati keputihan?

Apakah keputihan? Keputihan telah digolongkan menjadi dua kondisi yaitu keputihan normal(fisiologis), yang lumrah pada setiap wanita, dan abnormal(patologis). Keputihan normal umumnya terjadi setiap bulan dan umumnya muncul setelah atau sebelum haid dan sedang dalam masa subur. Keputihan patologis disebakan oleh penyakit, seperti oleh bakteri, virus, dan jamur dan harus diwaspadai – biasanya memiliki gejala lain seperti gatal-gatal hingga rasa nyeri saat BAK, sangat banyak, berbau sangat menyengat, berwarna dan kental.

Kandungan sirih

Daun Sirih di kenal memiliki kandungan seperti minyak esensial daun sirih, seskuiterpen, pati, diatase, gula. Zat tanin dan kavikol dalam daun sirih memiliki sifat mematikan kuman / jamur. Karena sifat inilah, kini banyak produsen sabun antikuman yang menambahkan daun sirih sebagai bahan aktif untuk mematikan kuman.

Hal ini telah diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. Dia mengatakan bahwa daun sirih memiliki khasiat lebih signifikan dibandingkan plasebo.

Lihat juga :  Penyebab dan pengobatan keringat berlebih(Hyperhidrosis)

Uji penelitian

Tes yang dilakukan melibatkan 40 orang pasien yang memiliki keputihan 100% dan sedang. Dua puluh orang diberi daun sirih, sedangkan sisanya diberi plasebo – diberikan pada organ intim pasien sebelum mereka tidur selama tujuh hari.

Hasilnya, dari 40 orang pasien hanya 22 orang yang dilakukan pemeriksaan ulang, masing-masing 11 orang mendapat plasebo dan daun sirih. Hasil tes membuktikan sekitar 90,9 persen pasien yang menerima daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan kelompok yang diberi plasebo hanya 54,5 persen.

Nenek moyang kita dahulu sebelum ada obat, telah menggunakan daun sirih untuk perawatan kesehatan mereka termasuk mengatasi keputihan. Diyakini, sifat antiseptik oleh kandungan daun sirih inilah yang mampu menghilangkan infeksi oleh jamur dan bakteri yang menyebabkan keputihan sehingga bisa sembuh.

Cara menggunakan daun sirih untuk mengobati keputihan :

  1. Ambil 15 lembar daun sirih, cuci bersih, kemudian rebus dengan 2 liter air sampai mendidih.
  2. Setelah itu dinginkan rebusan tadi sampai menjadi hangat-hangat kuku, kemudian gunakan untuk mencuci organ intim Anda beberapa kali sehari.

Untuk di Garis bawahi

Banyak sekali penyebab keputihan, sudah disebutkan termasuk keputihan jenis fisiologis dan patologis. Jika keputihan hanya dalam batas keputihan yang jenis fisiologis atau hanya akibat jamur dan bakteri yang berada diluar organ intim, daun sirih mungkin bisa membantu meringankan gejalanya. Namun akan lain halnya jika keputihan yang Anda alami akibat infeksi bakteri atau virus yang sudah menyerang saluran kemih atau kandung kemih, bahkan keputihan juga bisa dikarenakan herpes hingga kanker! – maka daun sirih mungkin tak akan banyak membantu. Sedikit tambahan informasi, keputihan juga bisa disebabkan karena stres berlebihan, kebiasaan salah dalam perawatan organ intim, gaya hidup, lingkungan dsb. Baca juga :Khasiat Ramuan Kunyit Madu Bagi Kesehatan

Lihat juga :  Penyebab Berkeringat di Malam Hari

Jika keputihan yang Anda alami Anda rasa tidak normal/patologis (berbau busuk menyengat, sangat banyak, berwarna kuning kental, berbuih, menimbulkan rasa nyeri saat BAK, dll), maka cara yang paling tepat untuk memastikan penyebabnya adalah dilakukan uji sampel di laboratorium klinik – yang sebelumnya memeriksakan diri ke dokter spesialis untuk memperoleh saran dan mendapatkan pengobatan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Pustaka :

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *